Imunisasi Campak & Polio

Dalam rangka tercapainya target menurunkan kematian akibat penyakit Campak hingga 90%, dan meniadakan kasus (eradikasi) penyakit Polio, mulai tanggal 18 Oktober 2011 – 18 November 2011 di Jawa Tengah dilaksanakan imunisasi tambahan Campak dan Polio.


Tujuan khusus yang akan dicapai dalam imunisasi tambahan yaitu untuk menghilangkan kelompok rawan Campak di daerah risiko tinggi (desa/wilayah dengan cakupan imunisasi Campak kurang dan 95%) dan menjangkau anak yang belum mendapatkan imunisasi Polio dan Campak pada pelayanan rutin.
Di Jawa Tengah, sasaran imunisasi tambahan Campak adalah anak berusia 9-59 bulan sebanyak 2.337.359 anak, sedang sasaran imunisasi Polio adalah anak berusia 0- 59 bulan sebanyak 2.751.660 anak. Imunisasi dilakukan di 863 Puskesmas/Puskesmas Pembantu di Jateng dan di 48.120 pos pelayanan imunisasi. Seperti Posyandu, sekolah taman kanak-kanak dan tempat-tempat lain yang strategis. Pelaksana imunisasi sebanyak 185.800 pertugas yang terdiri atas Dokter, Bidan, Perawat, Mahasiswa Akademi Kebidanan dan Akademi Keperawatan, serta Kader Posyandu.
Imunisasi tambahan perlu dilakukan karena pada tahun 2011 di Jawa Tengah masih terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) yaitu Campak 46 kasus, Difteri 6 kasus, dan Tetanus Neonatorum (TN) 4 kasus. Juga karena belum semua desa mencapai Universal Child ImmunLa’ation (UCI,). Pada tahun 2010 dan 8.574 desa di Jawa Tengah masih ada 507 desa yang belum mencapai UCI yang berada di 25 Kabupaten/Kota. Sedang 10 Kabupaten/Kota yang desanya sudah 100% mencapai UCI yaitu Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Pekalongan, Kabupaten Semarang, Demak, Kudus, Kebumen, Snagen, Kabupaten Pekalongan.
“Landasan pelaksanaan imunisasi ini antara lain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang menyatakan bahwa “Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial”. Juga Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 130 menyatakan bahwa Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak, serta pasal 132 yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi,” terang Kabiro Humas Setda prov Jateng Agus Utomo, S.Sos. Rosi

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>