Peningkatan Taraf Perekonomian Harus Dituntaskan

Wahyu Kristianto atau akrab dipanggil Bung Ikis, dikenal sebagai tokoh muda yang enerjik. Ide-ide inovatif sering terlontar darinya. Kesan itu juga ditangkap Lifestyle saat berbincang-bincang disela-sela kesibukannya sebagai Ketua DPRD Banjarnegara, Jawa Tengah. “Maaf ya, saya tidak akan terlalu banyak komentar kalau saya nggak paham masalahnya,” ucap Wahyu mengawali pembicaraan.
Berbicara mengenai Kabupaten Banjarnegara dan solusi mengatasi kemiskinan, Bung Ikis yang juga Ketua DPW PAN Jawa Tengah berpendapat, ada beberapa program yang sebenarnya sudah cukup berhasil dilakukan oleh pemerintah daerah namun disisi lain angka kemiskinan juga masih cukup tinggi. Padahal kemampuan finansial dari masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap standart kehidupannya, karena dengan tingkat ekonomi yang cukup maka mereka akan lebih peka lagi terhadap kebutuhan pendidikan maupun kesehatan.
“Berkaca dari hal tersebut, maka pemerintah daerah sudah selayaknya untuk melakukan pilihan pilihan ataupun menata lebih baik prioritas programnya, sehingga akan lebih jelas dan sektor mana yang harus di ‘push’ lebih kuat terlebih dahulu,” jelas ayah dari Cindy Callista Wahyu Aulia, Kenny Enrico Wahyu Aulia Muhammad dan Anindya Wahyu Aulia.
Kita sama-sama tahu, dari sekian banyak potensi yang dimiliki oleh Banjarnegara, pertanianlah yang paling besar dijadikan sandaran hidup oleh masyarakat. Sudah semestinya pula sektor pertanian bisa difasilitasi dengan lebih optimal sehingga pada saatnya nanti pertanian di Banjarnegara akan menjadi pertanian yang maju dan berdaya saing.
Pemetaan, penelitian, dan kajian terhadap pertanian yang ada di Banjarnegara adalah sesuatu yang mutlak harus dilakukan oleh pemerintah daerah. Ketika semua hal tersebut sudah dilakukan, maka semua tentu akan mendapat acuan untuk mengoptimalkan pertanian. Pemerintah daerah menjadi lebih paham apa yang harus dilakukan, sementara di sisi lain petani juga menjadi mengerti apa yang harus mereka lakukan. Sehingga pengembangan pertanian di Banjarnegara akan lebih sinergis.
Banjarnegara, lanjut suami dari Ny Hj. Umi Chasanah SE, memiliki potensi pertanian sangat besar serta beragam. Sehingga dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) visi Banjarnegara adalah “Banjarnegara Maju Berbasis Pertanian“. Untuk merealisasikan visi ini tentunya harus dilakukan kerja keras dan didukung oleh semua elemen yang ada. Dengan keinginan besar untuk mencapai visi itu, maka regulasi tentang pertanianpun menjadi satu keharusan, sehingga akan mampu mengatur kita untuk memajukan pertanian tanpa mengabaikan faktor lingkungan hidup.
Artinya, sumber daya alam yang ada harus dikelola profesional dengan memperhatikan keutuhan ekosistem sekitar sumber tersebut. Sehingga tanah bisa terjaga kelestariannya dan memiliki nilai tambah berkesinambungan. Kemudian hal yang perlu diketahui, Banjarnegara memiliki 14 komoditas unggulan yakni pertanian, perikanan dan peternakan, padi, jagung dan kedele (komoditas tanaman pangan), salak, kentang, durian dan manggis (holtikultura), gurami, patin, lele dan nila (perikanan), sapi, kambing dan domba (komoditas peternakan).
Beberapa hal diatas semakin meyakinkan diri kita bahwa ketika potensi pertanian yang ada di Banjarnegara bisa dikelola dengan sebaik baiknya, maka masyarakat Banjarnegara akan lebih sejahtera. Namun saat ini secara kasat mata, masih terlihat upaya untuk memajukan pertanian di Banjarnegara masih dilakukan dengan setengah hati. Betapa kita melihat keberpihakan dari sisi anggaranpun masih sangat kurang dari yang seharusnya, sehingga tidak menampakkan bahwa visinya adalah Banjarnegara Maju Berbasis Pertanian.
Ditanya terkait program pupuk organik, Wahyu mendukung sepenuhnya, karena itu merupakan salah satu cara meningkatkan produktifitas pertanian tapi dengan tetap ramah lingkungan. Namun di sisi lain juga muncul keprihatinan yang sangat mendalam dengan banyaknya beredar pupuk organic ‘abal-abal‘ yang kualifikasi produknya jauh di bawah standart. Ia sangat berharap, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lebih optimal lagi melakukan pengawasan terhadap peredaran pupuk organik.
Karena manakala pupuk organik yang dibawah standart tadi beredar secara luas di masarakat, maka akan menjadi kampanye negatif bagi pertanian organik. Karena walaupun pemerintah ataupun elemen-elemen yang lain banyak melakukan edukasi kepada petani tentang keunggulan pertanian organik ataupun penggunaan pupuk organik, namun ketika yang diaplikasikan adalah pupuk organik yang speknya di bawah standart, maka bisa dipastikan hasilnya akan mengecewakan dan memunculkan justifikasi dari masyarakat bahwa penggunaan pupuk organik akan membuat produktifitas menurun.
Salah satu cara yang cukup efektif untuk menanggulangi peredaran pupuk ‘abal-abal’ tersebut adalah dengan meningkatkan kapasitas petani sehingga mampu membuat pupuk organik yang berkualitas untuk mencukupi kebutuhan pribadi maupun kelompoknya. Maka dari itu, pihaknya melalui infrastruktur Partai Amanat Nasional-pun terus memberikan dorongan untuk melakukan pertanian yang ramah lingkungan dengan melakukan pelatihan- pelatihan maupun pembinaan terhadap kelompok-kelompok tani yang ada. Dengan harapan, petani Banjarnegara mampu bertani secara alami dan ramah lingkungan dengan hasil yang maksimal. Muchlas

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>