PD. BPR BKK Mandiraja Terbaik II se-Jawa Tengah Dukung Banjarnegara Pro Investasi

Salah satu lembaga keuangan yang diperhitungkan dan ada di daerah adalah PD. BPR BKK Mandiraja. Bupati Banjarnegara berharap, PD. BPR BKK untuk eksis meningkatkan fungsi intermediasinya terutama di dalam memfasilitasi permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat.
Oleh karenanya ditengah-tengah persaingan bisnis perbankan yang semakin tinggi, masalah ini  harus benar-benar disikapi dan diikuti dengan langkah-langkah kongkrit dan profesional oleh pengelola PD. BPR BKK Mandirja. Sehingga PD. BPR BKK Mandiraja semakin  tangguh, sehat dan dipercaya oleh masyarakat Banjarnegara.  “Saya yakin dan percaya bahwa perkembangan setiap tahun mengalami peningkatan dan perkembangan yang sangat baik. Kondisi ini diharapkan akan mendukung roda pembangunan perekonomian dan pembangunan secara keseluruhan di Banjarnegara,” kata Sutedjo.
Meningkatnya perkembangan PD. BPR BKK Mandiraja tidak lepas dari peran dan kepercayaan masyarakat Banjarnegara yang semakin meningkat serta kinerja pengelola PD. BPR BKK Mandiraja yang semakin baik. “Keberadaan PD. BPR BKK Mandiraja perlu di kembangkan karena PD. BPR BKK merupakan asset milik Pemkab,  keberadaanya juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah,” tegas Sutedjo.
Selain jasa pelayanan simpan pinjam, juga diharapkan dapat mengembangkan kegiatan pembinaan kepada masyarakat di sektor ekonomi. “Masyarakat hendaknya jangan merasa ragu menjadi nasabah PD. BPR BKK Mandiraja karena semua uang yang disimpan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Perlu diketahui, laba dari PD BPR BKK Mandiraja sebagian menjadi deviden yang disetor ke Kas Daerah dan digunakan kembali ke masyarakat untuk membiayai kegiatan pembangunan di Banjarnegara,”  Sutedjo menggarisbawahi.
Dalam undian yang dilakukan PD.BPR BKK Mandiraja beberapa waktu lalu, perwakilan dari  Biro perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah, Eddy Bramiyanto mengatakan, perekonomian di Jawa Tengah diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan, karena 65 persen dari penduduk Jateng sebanyak 38,97 persen juta berdomisili di pedesaan dan memiliki karya usaha di bidang pertanian dalam arti luas, UMKM dan industri padat karya.
Hal ini tertuang dalam misi ke-2 pembangunan Jateng tahun 2008-2013 yang disemangati gerakan “Bali Ndeso Mbangun Deso,” yaitu pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan intensifikasi pertanian dalam arti luas, UMKM dan industri padat karya.
Sektor pertanian dalam arti  luas, UMKM dan industri padat karya terus di dorong perkembangannya karena sejak masa krisis ekonomi, sektor ini terbukti mampu bertahan dan bahkan terus berkembang.  Karena itulah sejak terjadinya krisis ekonomi hingga beberapa tahun terakhir ini hampir semua bank gencar menggarap sektor UMKM.
Menurut Eddy Bramiyanto, BPR memiliki keunggulan  hubungan personal yang kuat dengan nasabahnya serta mampu menyesuaikan kondisi, adat istiadat, budaya dan kehidupan masyarakat sekitarnya. “BPR dapat memberi lebih dari yang diharapkan nasabah, karena umumnya UMKM tidak sekedar membutuhkan modal tetapi juga bimbingan, petunjuk, konsultan, teman diskusi yang tidak semuanya dapat dilayani oleh bank umum,” kata Eddy.
Nah, karena  umumnya BPR bersedia berbagi pengalaman dalam suasana keakraban dengan memberi sentuhan personal, inilah kekuatan yang harus dimanfaatkan secara optimal.  “Peran PD BPR BKK sebagai lembaga intermediasi masyarakat makro dan mikro diharapkan semakin meningkat kepada sektor yang produktif. Untuk itu PD BPR BKK perlu didukung dengan kemampuan teknis mengenai sektor yang dibiayai, permodalan yang kuat serta kemampuan menghimpun sumber pendanaan baik dari masyarakat maupun melalui kerjasama dengan lembaga keuangan lain,”  Eddy menambahkan.
Dari catatan yang diterima Lifestyle seperti juga disampaikan juga oleh Eddy Bramiyanto,  PD BPR BKK Mandiraja dan PD BKK se-Jateng saat ini terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Untuk BKK se-Jateng kinerja triwulan III tahun 2012, total asset mencapai Rp. 5,92 trilyun, meningkat 9,42 % dibanding akhir tahun 2011. Dana masyarakat yang berhasil dihimpun mencapai Rp.4,48 trilyun, meningkat 9,80 dibanding akhir tahun 2011. Sedangkan kredit yang disalurkan adalah Rp. 4,51 trilyun, meningkat 15,05 dari akhir tahun 2011.
Dari sisi kontribusi terhadap pendapatan asli daerah, deviden PD. BPR BKK dan PD BKK se-Jateng terus mengalami peningkatan. Deviden atas hasil usaha tahun 2011 kepada pemprov sebesar Rp.45,94 milyar, meningkat 53,39% dari tahun sebelumnya. Sedangkan kepada Pemkab se-Jateng secara kumulatif sebesar Rp. 34,29 milyar, meningkat 50,85% dibanding tahun sebelumnya.
Sebagai salah satu perusahaan BUMD, Sri Hayati SE, MSi sebagai Direktur Utama PD. BPR BKK Mandiraja juga terus meningkatkan kualitas kerja menuju perusahaan profesional sehingga dalam perjalanannya  memperoleh penghargaan atas kinerja dan prestasi baik di tingkat propinsi Jateng maupun tingkat nasional.
Dijelaskan, PD. BPR BKK Mandiraja  terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.  Pada triwulan III tahun 2012 total asetnya mencapai Rp. 177,12 milyar dengan laba sebesar Rp. 4,16 milyar. “Sebagai salah satu BUMD, kami akan  melakukan upaya agar target yang dibebankan bisa terealisasi, diantaranya dengan mengembangkan sayap membuka kantor cabang di wilayah yang belum berdiri kantor cabang PD. BPR BKK Mandiraja.  Saya berharap para nasabah terus memberikan kepercayaan kepada PD. BPR BKK Mandiraja dengan meningkatkan simpanan maupun mengambil pinjaman,” tambah Sri Hayati.
Penghargaan yang telah diterima antara lain penghargaan dari Indonesia Business and Company Award 2011 untuk kategori “As The Best Banking in Service Excellent of The Year”, penghargaan dari Indonesia Internasional Creative and Innovate Award 2012, Indonesia Internasional Quality and Service Excellent Award tahun 2012, penghargaan Wanita Inspirasi Indonesia tahun 2012, The Winner Indonesia Award 2012, As The Most Trused and The Best Sertifastion on The Year, 3-rd Info Bank BPR Award, predikat Sangat Bagus atas kinerja keuangan selama tahun 2012. Terakhir PD. BPR BKK Mandiraja juga menjadi juara II PD. BKK terbaik dalam mendukung Visi dan Misi Gubernur Jateng tahun 2012.
Sri Hayati, SE, M.Si, Direktur Utama PD. BPR BKK Mandiraja layak berbangga hati. Pasalnya, pada tanggal 15 Agustus 2012 lalu, ia menerima trophy dan piagam Gubernur Jawa Tengah pada upacara Peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Jawa Tengah di Semarang atas prestasinya memimpin PD. BPR BKK Mandiraja sebagai PD. BPR BKK Terbaik Kedua se-Jawa Tengah. Trophy dan piagam yang diserahkan langsung oleh Gubernur Bibit Waluyo ini adalah bentuk penghargaan kepada para pengelola PD BPR BKK se-Jawa Tengah, yang telah menunjukkan prestasi terbaik dalam berperan aktif mendukung visi misi Jawa Tengah.
Penetapan nominasi PD. BPR BKK terbaik didasarkan pada penilaian atas empat kriteria yaitu kesesuaian dengan tujuan pendirian PD. BPR BKK, Tingkat Kesehatan Bank (CAMEL), kemanfaatan dan ketaatan, serta penilaian hasil audit. Tim penilai merupakan gabungan dari Pembina PD BPR BKK, akademisi dan praktisi bidang keuangan dan perbankan.
Undian berhadiah Toyota Avanza
Lifestyle sempat menyaksikan betapa girangnya  Nursanto asal  Desa Karanganyar Kecamatan Madukara berhasil membawa pulang mobil Toyota Avanza dalam penyaringan hadiah undian Tamades dan Deposito PD. BPR BKK Mandiraja 2012 di Convention Hall Central Banjarnegara, November tahun lalu.  Penyaringan hadiah undian Tamades dan Deposito PD. BPR BKK Mandiraja  dilakukan setiap tahun. Tujuannya untuk memberikan apresiasi kepada nasabah yang telah memberikan kepercayaan kepada PD.BPR BKK Mandiraja sebagai salah satu perbankan terbaik di Banjarnegara.                  Muchlas

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>