Dari Mana Kecantikan Diukur?

Setiap orang umumnya menyukai apapun yang cantik untuk dipandang, entah itu pemandangan alam, rumah, mobil, baju, lukisan, perhiasan, atau manusianya sendiri. Untuk kaum pria maka yang enak dipandang tentunya adalah yang nampak gagah, rapi, “cool”, macho, dan sebagainya. Untuk wanita ukuran kecantikannya lebih kompleks lagi, karena tiap tempat di dunia tentu mempunyai selera sendiri-sendiri, bahkan setiap orang juga berbeda selera dalam menilai kecantikan seorang wanita. Sewaktu seseorang masih bayi, kulit indah belum ada cacatnya. Semakin dewasa, kulit semakin berubah karena menerima gempuran air hujan, sinar matahari, angin, debu jalanan yang mengandung kuman-kuman penyakit, goresan handuk, jari-jari tangan sendiri, dan bedak atau make up / kosmetik yang bermacam-macam. Ini semua memberi beban yang harus ditahan oleh kulit wajah kita. Makin bertambah usia, makin banyak beban luar dan dalam yang menyebabkan perubahan yang  akan dialami, sehingga makin melencenglah seseorang dari “keindahan”. Beban dari dalam diantaranya stress, kesedihan, penderitaan batin dan sebagainya. Kesedihan yang mendalam, apalagi telah lama dan berurat berakar dalam diri seseorang, akan memberi dampak menuanya seseorang.
Jadi kalau kita bicara tentang upaya mempercantik seseorang, maka pada hakekatnya harus melakukan REHABILITASI, sehingga wajah bisa nampak seperti beberapa tahun sebelumnya, sebelum  “terlalu rusak”. Rehabilitasi ini sebaiknya juga dari luar dan dalam. Yang perlu digarisbawahi, seseorang tentu tidak bisa dikembalikan ke keadaan fisiknya sama seperti ketika masih remaja, tetapi hanya bisa “mendekati” kondisi sewaktu remaja. Meskipun semua upaya telah dilakukan, misalnya dengan makan makanan yang bergizi dan bermutu, olah raga yang benar, minum vitamin, anti oxidant, herbal, enzym, kolostrum, cell food, serta menjaga kesehatan agar tidak pernah kena penyakit penyakit, dan infeksi, dan mengikuti therapi hormonal.
Kelainan yang merusak wajah
Kelainan apakah yang merusak wajah? Biasanya anak-anak muda mempunyai problem jerawat, sedangkan yang berusia lebih akan bertambah dengan masalah noda bekas jerawat, vlek hitam. Sementara yang berusia separuh baya akan mengeluh dengan masalah kerut keriput dan kulit mulai mengendor, di samping titik-titik atau bercak-bercak usia (age spots). Pada ibu-ibu yang sudah mulai berumur, masalahnya terasa lebih “akut” karena seolah-olah menjadi  “tua” sebelum waktunya. Dan ini bisa membuat  ibu-ibu tadi merasa “stress” dan sedih.
Memang, pada umumnya kecantikan wanita pertama kali diukur dari kulit wajahnya, apalagi jaman sekarang umumnya kaum wanita mengenakan jilbab, sehingga yang paling kelihatan adalah wajahnya, terutama bila berkomunikasi.
Dari wajah, yang paling kelihatan adalah bentuk dan ukuran kedua mata, bentuk hidung, bibir dan pipi. Ini sangat mendasar sehingga kita bisa mengenali seseorang dari bentuk asli wajahnya itu. Ahli agama kita melarang seseorang merubah bentuk wajahnya sehingga berbeda sama sekali dengan aslinya, karena perbuatan itu tergolong merubah kodrat dan takdirnya, sehingga seolah-olah tidak puas dengan takdir Illahi, takdir Tuhan. Si dia menjadi orang lain sama sekali. Bila demikian maka hukumnya adalah dosa. Wallahu’alam.
Bagaimana bila upayanya adalah agar lebih cantik tanpa merubah kodratnya dan tidak sampai membuat  dosa? Tentunya kita harus melihat problemnya apa, dan dari situ dipikirkan dan dicarikan jalan keluarnya.
Bagaimana  permasalahan dan pemecahannya?
Permasalahan  wajah kita bedakan atas:
Kulit wajah kasar, bopeng, jaringan parut atau penuh bintilan.
Kulit wajah terdapat vlek kehitaman.
Kerutan pada dahi.
Keriput sekitar mata (crows feet), sudut mulut, pip dll.
Kantung mata (eye bags).
Hidung kurang mancung.
Garis cekungan naso-labialis terlalu dalam.
Pipi terasa kendor dan agak melorot karena usia.
Bagian bagian wajah yang terasa “masuk” mis Marionette (pipi bawah depan).
Untuk memperbaiki “kelainan” (sebetulnya bukan kelainan dan penyakit) ini, maka teknologi dan ilmu kedokteran sudah semakin canggih sehingga tuntutan ini bisa dipenuhi, antara lain dengan memanfaatkan zat-zat kimia untuk mengelupas dan “memperbarui” kulit (chemical skin peling) sehingga mulus kembali. Atau obat-obat suntik misalnya Botulinum Toxin (Botox) untuk menghilangkan kerutan-kerutan dan fillers untuk mengisi jaringan atau meninggikan jaringan kulit yang “masuk” ke dalam, serta pemakaian benang (silhoulette soft, threadlift) untuk mengencangkan kulit.  Yang perlu diketahui oleh-oleh para ibu yang ingin awet muda dan tetap cantik, namun biayanya terjangkau adalah akupunktur kecantikan, yang di Amerika pernah terkenal dengan sebutan “facelift without operation”. Selamat mencoba.*** (ths)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Refresh Image

*

You may use these HTML tags and attributes: