Hj. dr. Tuty Suryani Hendrawan Disiplin Menuju Sukses

Tuty Suryani Hendrawan, adalah sosok  dari  sekian banyak wanita sibuk, tetapi sukses dalam mendidik anak-anaknya. Lewat prinsipnya: disiplin, ia juga sukses menggelindingkan roda organisasi yang dipimpinnya, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah, karena menerapkan  komunikasi dua arah, kerjasama dan mau menerima masukan.
Memang  tidak gampang menjadi seorang ketua, karena harus bisa menyatukan perbedaan/ persepsi menjadi satu visi-misi hingga membawa kemajuan dan perubahan serta perkembangan organisasi yang dipimpinnya.  Tetapi ia bisa. Apa rahasianya? Menurut Tuty Suryani Hendrawan yang juga seorang dokter ini, selain  lewat komunikasi dua arah dan mau menerima masukan, apa yang ia kerjakan tidak pernah menjadi sebuah beban.
“Dalam kerja apapun, saya selalu enjoy. Namun demikian kita juga harus pintar-pintar memenej waktu. Contohnya  kalau pagi tetap bekerja di kantor, sedang kalau siang di RST  sebagai dokter poliklinik dan  dokter keluarga serta dokter Askes bagian Semarang Barat. Dan pekerjaan itu saya batasi, maksimum tiga jam harus selesai.”
Menurut Ketua BKOW Jateng  lulusan Fakultas Kedokteran UNS ini, dengan  padatnya kesibukan memang harus pandai mengatur waktu. Karena itu dirinya  benar-benar menghargai waktu, maksimum  bekerja sampai jam 13.00.
“Saya tidak mau sampai sore-sore, kecuali kalau memang ada acara tertentu. Seperti  ada gladi bersih untuk acara, itupun kita mulai jam satu. Karena saya memang  tidak mau ada jam karet. Kalau ada acara, ya harus tepat waktu.”
“Dengan tepat waktu, kita bisa mengatur jadwal untuk acara berikutnya. Misalnya masak untuk keluarga, untuk  suami,” tambah  wanita kelahiran Salatiga yang masih energik dan awet cantik di usianya yang sudah berkepala 5 ini.
Terkait tugasnya sebagai Ketua, ia menyadari benar bahwa, “saya harus bisa  bekerja sama dengan semua anggota  dan harus bisa saling menghargai, serta bisa merengkuh mereka, agar bisa mengangkat mereka,” ujar wanita low profile yang akrab dipanggil bu Tuty.
Menurutnya, low profile itu perlu. Karena dimaksudkan  memberi keleluasaan pada pengurus-pengurus lain untuk memberikan pandangan dan pandapatnya  dalam meningkatkan program kerja mereka masing-masing.
Ditanya apakah ada komplain dari suami sehubungan dengan kesibukannya, ia mengatakan, tidak ada. ”Justru Bapak (suami, red) mendukung. Terlebih kalau kegiatan itu tujuannya untuk sosial. Asal, tau waktu saja. Demikian pula dengan anak-anak, mereka juga mendukung. Kebetulan anak-anak sudah besar, sehingga tidak ada masalah.”

Konsep keberhasilan  pendidikan
Disinggung tentang konsep keberhasilan pendidikan, ia me-ngatakan,  dirinya mengacu pada konsep keberhasilan dari keluar-ganya  sendiri. Menurutnya, keberhasilan pendidikan, khususnya  anak-anak itu bergantung  pada orang tuanya.
“Keberhasilan itu harus dilandasi dari lingkungan keluarga sendiri. Pertama tentang agama,  itu perlu ditanamkan sejak pra sekolah atau play group, seperti dengan les agama”.
“Saya dulu juga kerja, tetapi juga dididik disiplin. Soal waktu, terus terang, benar-benar saya perhatikan. Meskipun  sibuk, saya tetap perhatikan anak-anak dan selalu menanamkan disiplin waktu. Waktu  belajar ya belajar, tidak ada  waktu belajar untuk tidur.”
“Sayapun selalu memberikan penjelasan kepada anak-anak. Mi-salnya kalau pergi dengan mereka, saya selalu menekankan bahwa kalian tugasnya adalah belajar, bukan cari uang. Orang tua yang cari uang. Karena itu atas kepatuhan mereka, kini  dua-duanya  sudah S2,” ujarnya. Dulu  anaknya  yang nomor dua  selepas SMA minta sekolah di Australia. Meskipun usianya ketika itu masih 16 tahun. Tetapi karena ia dianggap mampu bertanggung jawab penuh, ak-hirnya diperbolehkan sekolah ke negeri Kanguru.
Masalah pendidikan baginya sangat penting dengan selalu menerapkan  kedisiplinan. Disam-ping itu ia  selalu mengajarkan mereka agar mandiri. “Karena dengan disiplin, dapat menyelesaikan masalah,” katanya. Berkat kemandirian yang ditanamkan sejak dini itulah, kini anak-anaknya   sudah mampu punya usaha sendiri.   Tono/Osli/Cintia

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>