PELUANG KERJA KADET AMN SANGAT LUAS

Indohttp://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/p480x480/1000985_488041504599428_838634962_n.jpgnesia dikenal sebagai negara maritim karena memiliki banyak pulau dan laut yang begitu luas. Untuk mengelola sumber daya alam seperti ini, tentunya dibutuhkan tenaga-tenaga terampil di bidang kelautan. Berdasarkan data terbaru, setiap tahun dibutuhkan sekitar 2500 orang tenaga terampil di bidang kelautan ini. Padahal Indonesia  baru mampu menyediakan sekitar 1500-an orang per tahun, yang berarti  hanya bisa memenuhi separuhnya saja. Belum lagi  jika dilihat permintaan dari luar negeri yang dari tahun ke tahun terus meningkat.
Untuk mengatahui sejauh mana ketersediaan tenaga kerja di bidang kelautan, wartawan LIFESTYLE Muchlas Hamidi berbincang-bincang dengan P. Yohanes Damianus, OMI, SS, Direktur Akademi Maritim Nusantara (AMN) Cilacap dan Ketua PPTB (Panitia Pe-nerimaan Taruna Baru) AMN, Drs. FX. Purnomo Hendrik, MM.

Melihat potensi sumber alam negeri ini, sejauh mana  peluang penyerapan tenaga kerja kadet Akademi Maritim Nusantara (AMN) Cilacap?
Melihat potensi sumber alam laut kita, peluang lulusan bagi taruna-taruni kadet AMN ke depan sangat cerah. Mereka mempunyai peluang sangat besar untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang didapat di AMN.

Berdasarkan informasi, permintaan perusahaan pelayaran asing sangat besar?
Memang betul. Contoh, permintaan dari Jerman dan Australia, sampai saat ini belum terlayani, karena untuk kebutuhan lokal/nasional saja kita masih belum bisa memenuhi.  Namun kita tidak boleh terlena akan aura dan harapan dari permintaan tersebut. Yang terpen-ting bagi AMN adalah terus melakukan pembenahan dan pembekalan sehingga kadet-kadet kita mampu bersaing  dan mampu menjawab tuntutan zaman.

Sejauh mana keberhasilan AMN Cilacap melakukan pembenahan?
Kami belum bisa sampaikan sekarang. Cuma dalam waktu satu tahun ini, kami akan secepatnya membenahi berbagai hal, antara lain Statuta Pendidikan AMN, serta visi dan misinya yang  akan dipertajam lagi.  Dan semuanya akan dievaluasi dan diperjelas.  Yang kami harapkan, kelulusan atau out put dari AMN sungguh-sungguh mampu bersaing baik di kancah nasional maupun internasional. Kami akan meningkatkan kemampuan mahasiwa di bidang IT. Sistem pengajaran akan kembali  kami tata. Saat ini juga dirasa mendesak untuk pembinaan serius pada soft skill,   menyangkut   emosi,   kepriba-
dian dan pembinaan karakter mereka. Itu target kita ke depan.
Semua itu tentu berkaitan de-ngan staf di AMN, system kepega-waian dan system pengajaran yang ada di AMN yang tentunya akan kami benahi terus menerus. Harapan kami, setidaknya dalam waktu satu tahun ini, Master Plan sudah jadi dan pada tahun  2014 semuanya dapat menjadi makin jelas.
Sebenarnya masalah yang hampir terjadi di semua lembaga atau institusi adalah soal keuangan. Kalau kita memiliki uang, kemudian system pengelolaan keuangannya  bagus, maka yang lain-lain akan praktis mengikuti. Ke depan, kami mesti rea-listis dan akan berusaha untuk menata bagian keuangan  dan kepegawaian kami. Memang ini perlu waktu, tapi saya optimis, karena sebenarnya AMN mampu dan ada kapasitas untuk melakukan hal-hal tersebut.

Apa langkah yang akan ditempuh dalam jangka pendek?
Perlu dilakukan penetrasi terutama usaha menjalin komunikasi yang baik dengan stake holders utamanya yang berhubungan de-ngan dunia pendidikan di AMN.
Perlu diketahui banyak lembaga-lembaga asing yang mau bekerja sama dengan AMN namun semua ini belum tergarap dengan baik. Seperti Australia dan Jerman siap membantu kita dalam peningkatan mutu dosen, peningkatan mutu pengajaran. Ini sebenarnya amat prospektif bagi AMN. Kami juga berharap, peme-rintah lebih pro rakyat. Seringlah turun ke bawah tidak terkecuali melihat AMN. Misalkan, saat ini kami perlu simulator yang harganya puluhan milyar. Kami tentu dalam waktu singkat ini tidak dalam posisi siap membeli mengi-ngat harganya yang terlalu tinggi. Padahal ini salah satu tuntutan yang perlu dalam penyelengaraan pendidikan di AMN.  Pemerintah dapat saja memberikan semacam hibah/grant bagi kami sesuai prosedur kepemerintahan. Itu sangat berarti bagi kami. Atau dapat juga membantu hal lain se-perti bidang kedosenan, misalnya dengan menempatkan dosen-dosen negeri yang  berkwalitas untuk ditugaskan di AMN.

Bagaimana dengan pendidikan karakter Taruna?
Dalam waktu dekat ini kami juga akan mencoba bekerja sama dengan berbagai    pihak     untuk   pengem-
bangan pendidikan karakter ini. Antara lain kami akan bekerjasama dengan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama). AMN ini sebenarnya bisa disebut Indonesia kecil. Karena Taruna-Taruni kita berasal dari beberapa daerah di negeri ini. Makanya kalau kita mampu menata AMN dengan ‘sesuatu’ yang  indah,  hal ini dapat menjadi kontribusi kami kepada Negara.

Banyak taruna yang berhasil di berbagai bidang, termasuk bekerja di perusahaan jasa pelayaran, menjadi PNS, juga memenuhi permintaan dari pihak luar juga tinggi. Bagaimana komentar Anda?
Bangsa kita sebenarnya memililiki peran yang sangat besar kalau mau terlibat di situ melalui sarana pendidikan akademi mari-tim  ini. Tantangan ke depan adalah bagaimana menyiapkan dosen  – dosen yang qualified terutama untuk jurusan teknik mesin kapal, mengingat lulusan dari sini menjadi  salah satu yang sangat berpeluang besar dalam memperoleh peluang pekerjaan.  Muchlas

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>