Bangkitkan Kejayaan Batik Kendal

Launching Batik Khas Kendal pada perayaan hari lahirnya pelopor emansipasi wanita April lalu, menjadi tekad yang tersemai untuk mendulang kembali kejayaan batik Kendal yang nyaris hilang.

Bupati Kendal

 Bupati Kendal, dr. Hj. Widya Kandi Susanti, MM, CD mengungkapkan, launching sengaja dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Momen Hari Kartini bakal dijadikan ajang untuk membangkitkan batik khas Kendal. Koleksi dan dokumen batik Kendal yang ditemukan pada 2004 silam, menurutnya tidak kalah dibanding batik dari daerah lain.

Dalam penggalian warisan budaya Kendal yang dilakukannya. Sebagian besar motif batik khas Kendal adalah motif pesisiran.

“Motifnya memang didominasi daun pohon Kendal, sehingga agak beda dengan batik daerah lain. Di peringatan Hari Kartini, kami sengaja melaunchingnya. Ke depan kami akan terus mempromosikan dan mengembangkannya,” ujar Widya.

Menurutnya, masyarakat Kendal patut berbangga. Pasalnya Batik khas Kendal akan dipromosikan oleh pemerintah dalam road show budaya di Benua Amerika pada September sampai Oktober. Kota yang akan disinggahi misi budaya tersebut antara lain Los Angeles, Houston serta negara Kanada. Selain itu tari khas Kendal, Wira Pertiwi dan Opak Abang juga akan ditampilkan.

Usai melaunching, Widya melukis kain dengan menggunakan canting yang disaksikan oleh Wakil Bupati Kendal, H. Mukh. Mustamsikin, S. Ag, MSi serta pejabat Muspida. Acara ditutup dengan peragaan batik khas Kendal hasil kreasi Widya.

 

Batik Kaliwungu Jadi Ikon

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Kendal ini, Batik Khas Kendal merupakan batik yang berasal dari Kecamatan Kaliwungu. Konon, pada awalnya Batik Kaliwungu diusahakan oleh lima pengrajin batik di Kampung Kapulisen. Sayang warisan berharga itu nyaris hilang karena tidak ada generasi penerusnya.

Untuk mengembalikan ‘kejayaan’ batik khas Kendal ini, apresiasi tinggi pun diberikan.  Bupati Kendal dr. Hj. Widya Kandi Susanti, MM, akan berencana menjadikan Batik Kendal sebagai seragam untuk PNS Kabupaten Kendal, yang telah disosialisasikan sejak tahun lalu. Harapannya, tahun ini seluruh PNS di Kabupaten Kendal memakai seragam batik khas daerah ini.

Widya menambahkan, Batik Kaliwungu dapat menjadi salah satu ikon Kabupaten Kendal. Dia juga akan mengembangkan Batik Kaliwungu menjadi sekitar seratus motif.

Bagi PNS Kabupaten Kendal, dipilihlah motif “Pramesthi” yang berarti yang dikasihi Allah dan “Paramitha”, artinya bijaksana. Menurut dia, penggunaan dua motif itu direncanakan digunakan setiap hari Jumat.

Kedua motif itu akan segera dipatenkan atas nama perorangan melalui Disperindag agar tidak diklaim pihak lain. “Upaya ini juga dilakukan untuk mengenalkan kesenian khas Kendal kepada dunia, dalam hal ini motif batik,” jelasnya.

Sementara untuk menjadikan Batik Kaliwungu sebagai industri rakyat, akan diadakan pelatihan membatik bagi masyarakat. Dan ke depannya akan dibentuk sentra Batik khas Kendal. Motif batik Kaliwungu ini didominasi gambar hewan, daun, dan bunga yang serupa dengan motif Pekalongan, Semarang, Solo, atau Lasem.

“Jika kejayaan batik Kaliwungu kembali hidup, akan memberikan banyak lapangan pekerjaan,” katanya.

Ia berencana akan bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kendal untuk menjadi mitra usaha dengan cara membina perajin, memberikan modal usaha, atau menjadi orang tua asuh bagi remaja putus sekolah yang bersedia menjadi perajin batik.

 

Masuk Kurikulum

Widya bertekad akan menghidupkan kembali motif batik Kaliwungu yang telah punah sejak 1964 itu. Pihaknya akan memasukkan keterampilan membatik motif batik khas Kampung Kapulisen, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, dalam kurikulum pendidikan. Corak ini dikenal dengan sebutan motif Kaliwungunan. “Kurikulum tersebut akan dimasukkan dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas agar tetap lestari,” katanya.

Pencetakan batik dilakukan di Pekalongan, Jawa Tengah, dengan menggunakan kain sutera dan katun.

Untuk memperkenalkan dan memupuk rasa cinta anak terhadap batik, Bupati Kendal ini pun menggandeng Sanggar Langen Nugroho Budoyo dan Paguyuban Mantan Sinang Sinok Kendal untuk melakukan tur ke sekolah-sekolah dasar, guna memberi pelajaran dan pelatihan membatik. Tujuan utama memberi pelatihan membatik kepada anak SD, sebenarnya hanya untuk memperkenalkan budaya batik saja. Tapi berkelanjutan menumbuhkan minat anak untuk memperdalam pengetahuan dan ketrampilan membatik melalui sanggar-sanggar tersebut. (Ny)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>